Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
[MBI] Piala Bang Yos (Sumber : Bola) PDF Print E-mail
Written by Paulus Rudy Jr   
Monday, 21 April 2008
Piala Bang Yos
Menggali Bibit Unggul Sumatra

Pebulutangkis di Sumatra memang benar-benar haus akan pertandingan. Buktinya kejuaraan bulutangkis se-Sumatra berlabel Piala Bang Yos diserbu peserta.


Kejuaraan yang berlangsung di Medan, 8-13 April, itu diikuti 551 peserta yang berasal dari NAD, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumbar, Sumsel, dan Sumut sebagai tuan rumah. Mereka berlaga dalam kelompok pemula, remaja, dan taruna.

Banyaknya minat peserta yang ikut kejuaraan ini cukup mengagetkan Sutiyoso. "Saya tak menduga ternyata di Sumatra banyak yang gila bulutangkis. Ini merupakan modal besar buat kita," ucap Ketua Umum PB PBSI itu.

Buat Pengda PBSI Sumut, kejuaraan bulutangkis se-Sumatra Piala Bang Yos I/2008 ini merupakan obat kecewa. Mereka sebelumnya pernah dijanjikan akan diberi kepercayaan sebagai pusat program desentralisasi bulutangkis se-Sumatra. Namun, hingga kini program yang didengungkan empat tahun lalu saat kursi Ketua Umum PB PBSI masih diduduki Chairul Tanjung tak juga terealisasi.

"Saya benar-benar terharu dengan kepercayaan yang diberikan Bang Yos ini," tegas Johannes I.W., Ketua Umum Pengda PBSI Sumut.

Johannes berharap dari kejuaraan ini akan lahir bibit-bibit muda yang nanti bisa menggantikan posisi pemain senior yang saat ini ada di pelatnas Cipayung.

“Kini PBSI harus lebih memperhatikan pemain-pemain usia remaja sebab pembinaan mulai agak terputus. Saya khawatir suatu saat kita tak lagi punya pemain pengganti," katanya.

Sutiyoso berharap ajang Piala Bang Yos ini juga menjadi momen penyemarak Piala Thomas dan Uber, yang akan berlangsung di Jakarta, 11-18 Mei. (wis)
 
< Prev   Next >

MBI - Habis Gelap Terbitlah Terang
Hari ini 21 April 2008, Wanita Indonesia  mengenang seorang tokoh pahlawan nasional bernama Kartini. Wanita yang bernama lengkap Raden Ajeng Kartini ini lahir di Jepara 21 April 1879 mendorong semangat wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Perjuangan terutama dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah pendidikan untuk para gadis. Dia mendobrak feodalisme yang membatasi hak pendidikan wanita yang hanya sampai sekolah dasar. Itu pun hanya putri-putri bangsawan yang bisa mengecap pendidikan. Keinginan seorang Kartini menuntut hak-hak wanita Indonesia khususnya Jawa tertuang dalam surat-suratnya pada sahabat Eropa nya yang terangkum dalam buku dalam bahasa Belanda Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Read more...
 

Contact Us

    Sekretariat Indonesia Racket School

    Jln Kayoon 76-88 Surabaya, 60271

    Telp : 031-5458300

    Fax  : 031-5321376


    GOR El Shadday

    Jl Wisma Kedung Asem Indah blok HH 3-6

    Surabaya

    Telp : 031-8796905

    email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  

Advertizing

Image
 
Image
 
Image
 
Image