|
[MBI] Thomas-Uber Preliminaries 08 : Asia, And The Tickets Goes To&
Memasuki hari ke-4 penyelenggaraan babak kualifikasi Thomas-Uber zona Asia akhirnya telah berhasil meloloskan 8 tim yang nantinya berhak mengantongi tiket untuk berkunjung ke putaran final Thomas-Uber bulan Mey mendatang di Jakarta. Korea, Malaysia dan Jepang akhirnya menjadi 3 negara adidaya yang mampu meraih dua pasang tiket untuk tim putra dan putrinya. Babak delapan besar tim putra sore kemarin dibuka oleh pertandingan menebarkan antara Jepang dan Taipei. Jepang dengan peringkat para pemain yang lebih baik ternyata berhasil diimbangi oleh Taipei yang memiliki kekuatan tim lebih merata. Tunggal pertama Jepang, Shoji Sato berhasil meraih poin pertama setelah unggul 3 set dalam pertempuran melelahkan selama hampir 1 jam, 20-22, 21-15, 21-16. Namun di partai kedua, Taipei ternyata berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah ganda terbaik mereka, Hu Chung Hsin/Tsai Chia Tsin mampu menekuk peraih gelar grand prix US Open 2007, Tadashi Ohtsuka/Keita Masuda, 21-15, 21-15. Ketegangan para pemain Jepang makin memuncak setelah di partai ke-3, Sho Sasaki juga harus menuai kekalahan atas tunggal Taipei, Liao Sheng Shiun, 21-13, 18-21, 22-20. Meskipun secara peringkat dan jam terbang Sho lebih baik di bandingkan dengan Liao, namun semangat dan mental bertanding Liao yang lebih matang ternyata mampu menciptakan hal-hal tak terduga saat bertanding di lapangan. Ganda ke-2 Taipei yang berusaha untuk mencuri 1 tambahan poin akhir ternyata harus mengalami kegagalan di saat poin-poin kritis. Menghadapi runner up Russian Open 2007, Shuichi Sakamoto/Shintaro Ikeda, Lee Sheng Mu/Fang Chieh Min mampu bermain ngotot hingga poin-poin terakhir. Ganda Taipei yang nyaris mengalahkan KiNdra di babak ke-2 Hongkong SS 2007 ini akhirnya dipaksa menyerah 19-21, 23-25 setelah bermain alot selama 47 menit. Partai terakhir yang menjadi penentu antara tunggal Jepang, Kenichi Tago dan pemain Taipei, Hsueh Hsuan Yi akhirnya di selesaikan dengan mudah oleh Kenichi, 21-8, 21-17. Kenichi yang lebih terampil dan pengalaman setelah dua tahun sebelumnya juga menjadi pahlawan Jepang di putaran final Thomas 2006, berhasil mengulang prestasinya untuk menyumbang poin terakhir bagi tim Jepang sekaligus mempersembahkan 1 tiket final ke Jakarta. Bertanding di lapangan yang berbeda pada waktu yang hampir bersamaan, tim putra Korea tidak perlu merasakan ketar-ketir yang sama ketika menjamu Hongkong untuk memperebutkan 1 tempat di semifinal. Hanya butuh waktu kurang dari 2 jam, Korea yang turun dengan wakil terbaiknya langsung berhasil menggasak Hongkong dengan skor telak 3-0. Park Sung Hwan yang turun di partai pertama, masih terlalu tangguh untuk tunggal Hongkong, Chan Yan Kit. Hanya butuh dua set langsung, 21-11, 21-12 bagi Chan untuk mengalahkan pemain terbaik Hongkong tersebut. Di partai ke-2, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae sebagai salah satu ganda terbaik dunia saat ini, berhasil membuktikan kualitasnya saat menantang duo mantan pemain Indonesia, Albertus Susanto/Yohan Hadikusumo, dengan mengalahkan keduanya 21-16, 21-18. Poin terkahir Korea disumbang oleh tunggal Korea yang sempat mengalahkan Lin Dan di babak final Korea SS 2008, Lee Hyun Il. Menghadapi pemain Hongkong, Ng Wei, Lee langsung menuntaskan perlawanannya dengan dua set langsung, 21-15, 21-16. Di pertandingan yang sudah tidak menentukan lagi hari ini, Korea dan Jepang masih akan saling berjibaku untuk memperebutkan satu tempat di babak final. Korea yang mempunyai pelaung lebih besar untuk melaju ke partai puncak kemungkinan besar akan baku hantam dengan unggulan teratas, Malaysia untuk satu tempat tebaik di atas podium. Perempatfinal lainnya menyajikan antara favorit juara, Malaysia menghadapi tim Thomas India. Anup Sridhar yang kembali menjadi tumpuan untuk kesekian kalinya gagal menunjukkan performa terbaiknya seperti pada tahun 2007 yang lalu. Menghadapi tunggal peringkat 2 dunia, Lee Choong Wei, Anup akhirnya menyerah 15-21, 14-21 hanya dalam tempo kurang dari 30 menit. Satu-satunya perlawanan yang mampu ditunjukkan oleh para duta olahraga India adalah pada tunggal ke-2, Bhat Arvind yang menantang Wong Choong Hann. Meskpipun India telah teringgal 0-2 setelah di partai sebelumnya pasangan Sanave Thomas/Rupesh Kumar dijegal 9-21, 10-21 oleh Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, Bhat masih cukup mampu bermain dengan performa terbaiknya tanpa terpengaruh oleh dua hasil pertandingan sebelumnya. Tertinggal 16-21 di set pertama, Bhat berhasil membalas kekalahannya di set kedua 21-18 sebelum akhirnya kehabisan stamina di set ketiga dan tertinggal 10-21. Satu tiket tersisa yang diperebutkan antara sesama rival Asia Tenggara akhirnya dimenangkan dengan mudah oleh Thailand 3-0 atas Singapura. Tanpa diperkuat oleh Ronald Susilo dan pasangan ganda terbaik Singapura yang dipecah menjadi dua pasang akhirnya menjadi penyebab gagalnya Singapura meraih 1 poinpun atas Thailand. Kendrick Lee yang menjadi tulang punggung Singapura dan turun di partai pertama, justru bermain jauh di bawah performa terbaiknya. Tunggal kedua Singapura yang pada waktu SEA GAMES lalu menjadi pahlawan Singapura di nomor kelompok dan perorangan ternyata harus menelan kekalahan menyakitkan atas tunggal terbaik Thailand, Boonsak Ponsana. Hanya dalam durasi tanding 30 menit, Lee takluk 16-21, 8-21 di tangan Boonsak. Keberanian Singapura memecah Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya akhirnya berujung tragis. Hendra yang akhirnya dipasangkan dengan Khoo Kian Teck sama sekali tak mampu memberikan perlawanan yang berarti kepada Tesana Panvisa/Songphon Anugritawayon. Keduanya gagal total dan kandas dua set langsung 11-21, 11-21. Sebelumnya di tunggal putra, Chen Yong Zhao Aston juga menyerah kepada tunggal ke-2 Thailand, Poompat Sapkulchananart. Meskipun secara kualitas Chen mampu mengimbangi permainan Poompat, namun karena pengalaman tanding yang minim membuat mental bertanding Chen belum begitu matang. Akhirnya Chen menyerah setelah melewati permianan seru 3 set selama 1 jam, 13-21, 21-19, 18-21. Meskipun Thailand hari ini akan menantang unggulan teratas, Malaysia, dengan motivasi yang mereka sajikan tadi malam, minimal Thailand diharapkan mampu membuat partai semifinal menjadi lebih seru dan menantang untuk tim Thomas Malaysia. Di bagian putri yang hanya mendapat jatah 3 tiket, pertandingan justru berjalan lebih monoton karena dominasi tim-tim unggulan yang secara kualitas jauh lebih baik dibandingkan dengan para pesaingnya. Pertandingan pertama di buka oleh perseteruan antara Hongkong dan Thailand di lapangan 3. Hongkong yang turun dengan susunan pemain terbaiknya menang telak 3-0 atas Thailand yang mengubah total susunan para pemainnya. Di partai pertama, Thailand yang menyedari sepenuhnya bahwa tidak satupun tunggalnya mampu menandingi kualitas seorang Wang Chen akhirnya mengorbankan poin pertama untuk Hongkong dengan menempatkan tunggal terbaiknya, Salakjit Ponsana di sektor ganda. Soratja Chansrisukot yang kemudian maju sebagai tunggal pertama menyerah 13-21, 17-21 atas tunggal pertama Hongkong tersebut. Porntip Buranaprasertsuk yang menjadi tunggal ke-2 akhirnya mengikuti jejak Soratja dan tumbang di tangan Yip Pui Yin, 15-21, 19-21. Duet Kunchala/Saralee yang selalu menjadi senjata andalan Thailand kali ini justru dipecah menjadi dua pasangan ganda sebagai strategi untuk meraih dua poin dari nomor ganda karena lemahnya pertahanan Hongkong di sektor ini. Kunchala kembali di duetkan dengan partner aslinya, Duanganong, sedangkan Saralee diharapkan mampu mampu menyumbang poin bersama Salakjit di partai ganda selanjutnya. Namun karena posisi Thailand yang tertinggal 0-2, strategi ini justru menjadi boomerang untuk tim Thailand. Dipisahkannya Saralee/Kunchala membuat pertandingan antara Kunchala/Duanangong dan Wang Chen/Koon Wai Chee berlangsung lebih seimbang. Tertinggal 10-21 di set pertama, Wang Chen kembali menyumbang poin ke-2nya untuk Hongkong dengan merebut dua set berikutnya, 21-16, 21-10. Lawan Hongkong di babak semifinal adalah salah satu tim favorit, Korea, yang berhasil menaklukkan India dengan skor 3-1. Saina Nehwal kembali menjadi pahlawan India setelah di pertandingan sebelumnya nyaris menundukkan pemain Malaysia, Wong Mew Choo. Semangat juang Saina yang luar biasa ternyata mampu menaklukkan tunggal terbaik Korea yang lebih matang secara kualitas dan pengalaman, Jun Jae Youn dua set langsung, 21-17, 21-12. Namun sayangnya semangat ini tidak mampu ditularkan Saina kepada teman-teman satu timnya. Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung sebagai salah satu ganda terbaik dunia saat ini dan pesing berat ganda-ganda China dengan mudah menaklukkan Shruti Kuria/Aparna Balan, 21-13, 21-9. Poin ke-2 Korea kembali di sumbang oleh tunggal ke-2nya, Hwang Hye Youn yang dengan mudah menaklukkan Aditi Mutatkar, 21-19, 21-5. Duet Saina Nehwal/Jwala Gutta di partai ke-4 ternyata masih belum mampu menaklukkan ganda ke-2 Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Keduanya menyerah 10-21, 20-22 hanya dalam tempo 28 menit. Jepang yang turun dengan kemampuan tim lebih merata masih sulit ditebus oleh srikandi-srikandi Taipei. Chang Shao Chieh yang menjadi tumpuan harapan Taipei ternyata justru tidak dalam stamina yang fit sehingga harus diistirahatkan. Pai Min Jie yang menjadi tumpuan harapan pertama Taipei masih belum mampu menyaingi Eriko Hirose dan menyerah 19-21, 10-21. Satu-satunya poin yang berhasil dirampas oleh Taipei adalah lewat duet ganda terbaiknya, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin yang merontokkan ganda terbaik Jepang, Kumiko Ogura/Reiko Shiota, 21-18, 21-17. Chang Li Ying dan pasangan Chou Chia Chi/Yang Chia Tseng akhirnya harus mengakui keunggulan Kaori Mori dan duet Satoko/Miyuki, masing masing dengan catatan kekalahan, 10-21, 14-21 dan 11-21, 21-23. Tiket terahir ke semifinal berhasil direbut oleh Malaysia yang menjungkalkan sang negara tetangga, Singapura, 3-1. Singapura yang turun full team, ternyata lebih memilih untuk tidak mengubah satupin susunan pemainnya di sektor tunggal maupun ganda. Dan seperti yang sudah diprediksi, dua nomor ganda yang sebenarnya berpeluang untuk meraih poin ternyata lepas begitu saja karena strategi yang kurang sempurna. Kegemilangan permainan Xing Aiying yang menjadi tumpuan harapan Singapura patut diacungi jempol dan ditiru oleh para pemain lainnya. Kengototannya untuk menyumbang poin pertama bagi Singapura ternyata berbuah manis sekalipun harus berhadapan dengan pebulutangkis terbaik Asia Tenggara, Wong Wew Choo. Mental tanding dan semangat juangnya mengantarkan Singapura unggul 1-0 atas Malaysia setelah berhasil mentasi Mew Choo, 22-20, 21-19. Jiang Yanmei/Li Yujia yang menjadi andalan meraih poin ke-2 tidak mampu meladeni permainan solid Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dan menyerah 16-21, 17-21. Kekalahan beruntun Singapura di dua nomor berikutnya akhirnya memupus negara berlambang kepala singa ini untuk meraih tiket emas ke Jakarta. Fu mingtian yang di jegal Wong Pei Xian Julia, 10-21. 12-21 dan Yao Lei/Shinta Mulia Sari yang dilibas Lim Pek Siah/Ng Hui Lin, 17-21, 15-21 membuat Malaysia berbalik unggul 3-1 sekaligus berhak untuk melaju ke babak selanjutnya dan menantang Jepang di semifinal hari ini. Dengan susunan pemain terbaiknya, kesempatan untuk melaju ke babak final terbuka lebar untuk Jepang dan Korea. Sedangkan Malaysia dan Hongkong akan saling memperebutkan posisi ke-3 untuk satu tiket terakhir ke Jakarta. Namun meskipun di babak 4 besar nanti tim putri Malaysia dikalahkan oleh Hongkong, kesempatan untuk bertandang ke Jakarta masih terbuka lebar karena secara peringkat dunia, srikandi-srikandi Malaysia jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Skotlandia.
|